menghitung hari pernikahan

Cara Menghitung Hari Pernikahan Berdasarkan Hukum Adat

Di dalam hukum pernikahan, khususnya pada Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan memang tidak disebutkan soal cara menghitung hari pernikahan. Tetapi dalam hukum adat, masih ada sebagian masyarakat percaya kesakralan pernikahan akan semakin sempurna bila telah dihitung kapan tanggal pernikahannya.

menghitung hari pernikahan

Salah satu adat masyarakat adalah menghitung hari pernikahan berdasarkan weton. Bagi mereka yang percaya, hal ini mutlak dilakukan demi mendapatkan kebaikan setelah menikah.

Cara Menghitung Hari Pernikahan

Menurut hukum adat jawa, berikut cara menghitung hari pernikahan yang tepat dan benar:

1. Ketahui Weton

Cara menghitung hari pernikahan dimulai dari menentukan weton terlebih dahulu. Weton adalah hari lahir. Hari lahir disini harus disebutkan dalam adat jawa. Misalnya sabtu pahing, rabu legi, jum’ar kliwon dan seterusnya.

Masing-masing calon pasangan harus diketahui terlebih dahulu weton atau hari lahirnya.

2. Ketahui Neptu Calon Pasangan

Setelah mengetahui weton masing-masing pasangan. Tentukan neptunya. Apa itu Neptu? Neptu adalah nilai jumlah angka dari suatu hari dan pasaran.

Nama hari dalam adat Jawa dan jumlahnya sama dengan hari pada umumnya. Ada tujuh hari yaitu senin, selasa, rabu, kamis, jum’at, sabtu serta minggu. Pasaran adalah nama pada 5 hari dalam 1 siklus, terdiri dari Legi, Pahing, Pon, Wage dan Kliwon.

Masing-masing hari dan pasaran memiliki nilai tersendiri. Nilai dari hari dan pasaran jika dijumlahkan akan membentuk neptu. Nilai dari sebuah hari dan pasaran telah ditentukan dalam adat jawa sesuai dengan tabel di bawah ini:

Hari (Nilai) Pasaran (Nilai)
Pon (7) Wage (4) Kliwon (8) Legi (5) Pahing (9)
Senin (4) 11 8 12 9 13
Selasa (3) 10 7 11 8 12
Rabu (7) 14 11 15 12 16
Kamis (8) 15 12 16 13 17
Jumat (6) 13 10 14 11 15
Sabtu (9) 16 13 17 14 18
Minggu (5) 12 9 13 10 14

Sebagai contoh, budi lahir sabtu legi. Maka neptu budi adalah 14. Ani lahir minggu kliwon, maka neptu ani adalah 13. Begitu seterusnya cara menentukan neptu pasangan.

3. Jumlahkan Neptu Calon Pasangan

Setelah mengetahui neptu masing-masing calon, selanjutnya jumlahkan neptu kedua calon tersebut.

Misalnya budi dan ani. Diketahui neptu budi adalah 14 dan neptu ani adalah 13. Maka jumlah neptu kedua pasangan adalah 27.

4. Menentukan Hari Baik Untuk Menikah

Kapan hari baik untuk menikah menurut adat jawa? Hari baik atau tanggal baik untuk menikah menurut adat jawa adalah bila tanggal pernikahan jatuh pada sirkulasi sandang, pangan atau papan. Papan adalah yang paling baik dan dianjurkan.

Sedang yang harus dihindari adalah bila jatuh pada sirkulasi Loro atau Pati.

Sirkulasi ditentukan dalam adat jawa sesuai dengan tabel berikut:

Sisa Sirkulasi Keterangan
1 Sandang Bagus
2 Pangan Bagus
3 Papan (Joyo) Bagus dan disarankan
4 Loro Sering sakit
5 Pati Ada yang meninggal

Bagaimana cara menentukan sirkulasi?

Sirkulasi didapat dari = (Jumlah neptu kedua pasangan + Tanggal pernikahan yang dipilih) : 5

Sebagai contoh:

Ani dan budi punya rencana menikah. Keduanya memiliki jumlah neptu 27. Bila pernikahan rencananya dilakukan pada kamis wage, baik atau tidak berdasarkan perhitungan Jawa?

Jawab:

  • Diketahui Jumlah Neptu 27. Rencana Menikah Kamis Wage, Neptunya 12
  • Jadi (27+12) : 5
  • 39:5
  • Dapat 7 Sisa 4.

Karena sisa perhitungan adalah 4, maka sirkulasinya adalah Loro. Itu artinya tidak disarankan untuk menikah pada Kamis Wage.

Lantas kapan disarankan untuk menikah? Ani dan budi bisa memilih hari dan pasaran dengan neptu 11 atau 16. Neptu 11 misalnya Senin Pon dan Neptu 16 misalnya Sabtu Pon.

Kapan sebaiknya menikah ditahun 2019 sesuai dengan weton kamu? Silakan tulis dalam kolom komentar. Saya akan menghitungkanya untuk kamu.

5. Menentukan Bulanya

Untuk bulan yang baik untuk menikah menurut adat jawa telah ditentukan berdasarkan tabel di bawah ini:

Bulan Jawa Keterangan Rujukan
Suro Bertengkar dan menemui kerusakan Jangan dipakai
Sapar Kekurangan, banyak hutang Boleh dipakai
Maulud Lemah, mati salah satu Jangan dipakai
Bakdamaulud Diomongkan jelek Boleh dipakai
Jumadil awal Sering kehilangan, banyak musuh Boleh dipakai
Jumadil akhir Kaya akan mas dan perak Dianjurkan
Rejeb Banyak kawan, selamat Dianjurkan
Ruwah Selamat Dianjurkan
Puasa Banyak bencana Jangan dipakai
Syawal Sedikit rejeki, banyak hutang Boleh dipakai
Dulkaidah Kekurangan, sakit-sakitan, bertengkar Jangan dipakai
Besar Senang dan selamat Dianjurkan

Sebaiknya pilih bulan yang dianjurkan dan hindari yang jangan dipakai ataupun yang boleh dipakai.

6. Menentukan Jam Terbaik Untuk Menikah

Jam terbaik untuk menikah juga telah ditentukan dalam adat jawa berdasarkan tabel dibawah ini:

Contoh Perhitungan

Contoh menghitung hari pernikahan

Itulah cara menghitung hari pernikahan yang tepat sesuai dengan ata jawa. Kalau kamu masih kesulitan, silakan tulis dalam kolom komentar weton kamu dan pasangan kamu, saya akan coba hitungkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *